Monday, 19 April 2010

Tebalan (Lingula unguis) - kerang purba yang lezat


Pernah dengar kerang bernama Tebalan, atau Lingula unguis atau lamp shell atau Barai hijau? Nggak pernah? Jangan minder...karena aku juga baru kenal sama binatang ini beberapa tahun terakhir, setelah menikah dengan suamiku yang orang Probolinggo dan dari kecil sangat suka makan Tebalan...hihihih....

Tebalan, demikian orang Probolinggo menyebutnya. Bentuknya khas seperti kerang, tapi kulitnya tipis dan pipih, panjangnya sekitar 4cm, berwarna kulitnya hijau kebiruan dan ada ekornya. Ekor ini kalau sudah dimasak kulit luarnya kenyal, tapi bagian dalamnya lembut dan empuk mirip cumi. Daging kerangnya sekilas memang mirip monster, nggak rapi dan cantik seperti kerang kerang lain. Rasanya juga lembut dan tidak terlalu amis, terutama kalau pinter masaknya. Kalau ingin tahu bentuk mentahnya ada di sini dan kajian ilmiahnya di sini.

Waktu aku cari via google, dikatakan bahwa Tebalan ini termasuk binatang kuno dan langka bahkan ada yang menyebutnya living fossils yang tidak berubah bentuk selama 350 juta tahun..mbuokkk...lama bener :D 

 
Sayang waktu kemarin kami ke Probolinggo, iparku sudah memasak Tebalan yang dibelinya, jadi aku nggak bisa potretin bentuk mentahnya dari dekat.
 
Di Surabaya katanya Tebalan bisa ditemukan di daerah pantai Kenjeran, tapi musiman juga nggak selalu ada. Mereka hidup di daerah yang banyak Mangrovenya. Di Probolinggo, kebetulan tukang sayur langganan Iparku sering bawa, tapi tidak dalam jumlah  banyak. Kalau mau harus langsung pergi ke pelabuhan di sore hari waktu para nelayan pulang dari laut.
 
Tebalan, menurutku paling cocok di masak bumbu Bali seperti ini. Rasanya manis dan pedas.
 
 
 
 
Masih menurut suamiku, waktu dia masih kecil mudah sekali membeli Tebalan dan oleh ibu mertuaku sering dimasak dengan cara direbus dan diberi garam, kunci dan bawang merah tapi ekornya digoreng kering...dan masih katanya lagi, rasanya luar biasa enaknya. Hmm.....gak ngerti bener apa enggak, soalnya aku cuma tahu rasa Tebalan bumbu Bali dan asli memang rasanya enak banget :)
 
Buat teman teman dari Surabaya yang pernah tahu orang jual Tebalan, tolong kasih tau ya...supaya kalau suamiku lagi 'ngidam' Tebalan nggak perlu  harus pulang kampung dulu....
 

2 comments:

sheila_corner said...

salam knal,..
emg susyah mbak klo cari tebalan d sby, coz biasany yg ada tu "lorjuk" (hampir sejenis ma tebalan)
stau aku ya tebalan adanya d prolinx (probolinggo) coz ak byk sodara d kraksaan.
alhamdulillah ni td mama abis dr kraksaan n plg bw tebalan n genjer, walo cm dikit (lmyn, gae tombo pengen)

ddhidayanti said...

salam kenal bu Hanna, waduh.. makasih ini saya baru tau tentang tebalan. hehe kayaknya enak banget, soalnya aku suka sekali makanan laut.. hihihi