Saturday, 23 September 2017

Tempe Gembus / Menjes Bacem

Tempe Gembus (a.k.a Menjes) Bacem
@resepkeluargacinta

Berbeda dengan orang Surabaya yang lebih suka tempe gembus (a.k.a. tempe menjes) digoreng dengan tepung, orang Jawa Tengah sering mengolah tempe ini dengan bumbu bacem. Rasanya manis, legit dan gurih...**mungkin agak terlalu manis buat orang Surabaya, jadi kalau mau mencoba bikin sendiri, kurangi saja gulanya.

Aku suka segala macam baceman. Dulu waktu masih tinggal di Semarang, kami sekeluarga sering dan gampang banget beli tempe atau tahu bacem, atau kadang Mami masak sendiri, tapi di Surabaya agak susah. Kalau toh ada, rasanya kurang cocok atau harganya terlalu semena mena (buat aku ya). Dan tempe gembus mentahpun jarang aku temui di pasar langgananku.

Nah, suatu weekend, aku belanja ke pasar, kok tumben ada bapak bapak yang jualan tempe yang dibuat dari ampas tahu ini. Wah, kesempatan nih, pikirku. Aku beli dan masak di rumah, seteleh matang, aku goreng sedikit dan aku tawarin ke suami dan anakku. Dannnnnn...direject mentah mentah, bahkan sebelum mereka mencicipinya...hiks... Memang dari tampilannya nggak menarik sama sekali sih, dan mereka kurang suka masakan manis, tapi swear, rasanya enaaakkk...#sekali lagi, menurutku, si penggemar baceman 😉

Ya udahlah, aku share saja resepnya di sini yah..

Bahan :
3 lonjor tempe gembus/menjes potong sesuai selera
1 ltr air kelapa (saya pakai hydrococo)
100 - 150 gr gula merah sisir
3 sdm air asam jawa
7 bh bwg merah iris tipis
3 bh bwg putih iris tipis
1 sdt ketumbar bubuk
2 lbr daun salam
1 sdt garam (adjustable)
1 - 2 sdm kecap manis Bango

Cara membuat :
1. Campur semua bumbu. Taruh tempe gembus dalam panci, taburi bahan lainnya.
2. Masak hingga bumbu meresap. Angkat, tiriskan. Kalau bagian dalam tempe masih putih dan tasteless, tambahkan sedikit air lagi dan lanjutkan merebus.
3. Panaskan minyak sayur dalam wajan, goreng tahu tempe hingga kecoklatan. Jangan terlalu kering menggorengnya supaya tetap moist. Sajikan dengan cabe rawit.
4. Lebih enak kalau setelah matang diinapkan semalam di kulkas. Besoknya dikukus 15 menit baru digoreng

#resepkeluargacinta

Oseng Lorjuk

Dulu aku pernah share resep masakan berbahan Lorjuk di sini : http://resepkeluargacinta.blogspot.co.id/2013/01/tumis-lorjuk-la-keluarga-cinta.html?m=1

Kali ini aku share resep Lorjuk lainnya yang tanpa kecap manis. Lorjuknya kebetulan aku beli sudah dalam keadaan direbus. Kalau pembaca mau coba dan adanya Lorjuk mentah, direbus dulu saja sampai empuk ya.

Bahan :

300 - 350 gr lorjuk tanpa kulit, cuci beraih, rebus sebentar, buang airnya
10 bawang merah rajang agak kasar
10 bawang putih rajang agak kasar
1 Papan pete, kupas
1 Genggam Cambah ale 
3 helai daun jeruk
3 tomat potong potong
Cabe rawit sesuai selera, potong potong
Cabe merah sesuai selera, potong potong
Cabe hijau sesuai selera, potong potong
Kaldu bubuk/garam
1 sdm gula pasir
1 sdt vetsin
1,5 gelas air
Sedikit minyak untuk menumis

Cara membuat :

Tumis bawang merah, bawang putih dan daun jeruk sampai wangi
Masukkan lorjuk, tumis sampai keluar airnya
Tambahkan air. Didihkan. Masukkan kaldu bubuk, gula,vetsin.
Masak sampai air tinggal sedikit.
Masukkan sisa bahan sambil dioseng oseng sampai air hampir habis.
Angkat dan sajikan.

Bubur Lemu a la Keluarga Cinta

Dulu aku menyebutnya Bubur Sambel Goreng, sampai seorang teman memberi tahu bahwa namanya Bubur Lemu. Lemu dalam bahasa Jawa artinya gemuk. Konon katanya cocok buat orang yang lagi sakit atau baru pulih dari sakit supaya berselera makan dan jadi lemu lagi :)

Kalau aku mudik ke Semarang, si mbak di rumah Mami bertugas menyediakan atau tepatnya membelikan kami sarapan. Maklum, beberapa tahun terakhir Mami sudah tidak terlalu semangat untuk masakin aku kalau pulang. Alasannya, selain capek  juga aku lebih prefer jajan saja, wong niat mudik itu selain nengokin Mami juga mau wisata kuliner. Kalau Mami masak, malah seringnya nggak ke makan. However, kami jarang keluar rumah pagi pagi. Nah, Mamiku yang sejak kami kecil selalu menekankan pentingnya sarapan, sibuk sendiri, kuatir kami kelaparan. Jadilah si mbak yang disuruh beli sarapan. Biasanya sehari sebelumnya kami pesan mau sarapan apa, lalu paginya dibeliin. Bangun tidur meja makan sudah betudung saji, alias sudah ada makanan tersedia. Bahagianya hidup bersama Mami..😘

Jenis sarapan yang sering dibelikan si mbak adalah :
Lontong Opor (sumpah, enak banget !), Nasi Ayam (nasi, opor,sambel goreng krecek, sambel goreng labu siam, tahu bacem..enak),
Nasi Gudeg (Ok lah),
Nasi Pecel (biasa aja),
Nasi campur (nasi, mie goreng, ayam/daging/telur bumbu Bali, oseng oseng tahu/tempe, srundeng... lumayanlah), Nasi Kuning (aku nggak suka nasi berwarna, kecuali nasi goreng, jadi menurutku kurang sip) dan
Khusus aku : Bubur Sambel Goreng atau Bubur Lemu ini. Enaaak banget. Padahal hanya bubur gurih, sambal goreng labu siam (kalau di Semarang disebut Jipang), suwiran ayam dan telur. Karena porsinya kecil -kan tujuannya hanya buat sarapan- aku suka pesen 2 porsi..wkwkwk

Suatu hari aku kangen banget makan Bubur Lemu. Nunggu mudik kok lama banget, ya udah aku bikin sendiri ajalah.

Karena malas ngaduk, aku pakai Slow Cooker (semacam rice cooker ya). Tinggal masukin, pencet tombol, sesekali diaduk, udah jadi. Memang jauh lebih lama daripada masak pakai panci biasa. Kalau pakai panci biasa, paling 1 jam sudah siap.

Oiya, kali ini aku masak sambal goreng labu siamnya pakai bumbu instant. Aslinya pasti enak bumbu ngolah sendirilah ya.

Nggak aku sangka ternyata Cinta dan bapaknya suka banget. Padahal kalau di Semarang mereka nggak mau loh, malah mereka lebih suka sarapannya nasi.
Kalau Cinta, awalnya dia hanya mau nyoba dikit setelah dipaksa paksa. Setelah tau rasanya, eh, minta nambah. Tapi resikonya makan bubur kan cepet kenyang tapi juga cepet laper, jadi harus berkali kali makan...mungkin itu sebabnya dinamai Bubur Lemu 😂

Bahan :

2 cup beras, cuci bersih, rendam 2 jam
1800 cc air
200 cc santan Kara
3 lembar daun salam
1 lembar daun pandan, potong 2
1 sereh ambil putihnya saja
1 sdt garam
Vetsin sedikit kalau mau

Cara membuat :

Masukkan beras dan semua bahan ke dalam slow cooker. Aduk rata dan cicipi dulu rasa asinnya. (Jangan terlalu asin karena nanti akan dinikmati dengan Sambal Goreng Jipang).

Set"high" selama 3 jam lalu "low" selama 30 menit sambil sesekali diaduk sampai air habis dan beras menjadi bubur beras yang kental. Kalau masih ada yang berwujud beras utuh, tambahkan sedikit air dan waktu memasak.

Matikan slow cooker, buang daun pandan, daun salam dan  sereh. Tunggu sampai bubur agak hangat, sajikan dengan Sambal Goreng Jipang. Taburi bubuk kedelai kalau suka.

Kaleci Ubi / Bola bola ubi

Bola Bola Ubi

Dalam bahasa Sunda, Kaleci berarti kelereng. Camilan ini disebut kaleci karena bentuknya bulat menyerupai kelereng. Dibuat dari ubi jalar yang dicampur gula dan tepung, lalu digoreng sampai tengahnya kopong.

Saya pertama kali tau Kaleci di acara kantor. Awalnya heran, kok ada jajanan seperti bakso goreng tapi tengahnya kopong dan manis. Lalu Yuli Yanti @yoeyha memberitahu kalau namanya Bobby. Yuli juga share video cara pembuatannya. Baru ngerti... Maklum saya agak kurang piknik kalau soal camilan kekinian 😊 .

Karena penasaran dan pengen bisa buat sendiri, saya browsing resepnya. Ternyata simpel bahan dan cara pembuatannya. Dan enak, tentu saja :). Ini resepnya, kalau nggak punya timbangan, dikira kira aja, nggak perlu terlalu presisi :

Bahan :
300 -400 gr ubi kuning, kukus sampai empuk, kupas, panas panas haluskan
150 gr tepung tapioka/tepung kanji
2 sdm munjung maizena
2 - 3 sdm gula bubuk (sesuaikan dengan rasa ubi dan selera)
Seujung sendok teh Baking Powder
Minyak goreng yang cukup banyak

Cara membuat :
Ayak semua bahan bubuk, campurkan dengan ubi yang telah dihaluskan.
Aduk rata.
Bulatkan kira kira diameter 3cm.
Panaskan minyak dalam wajan dengan api sedang.
Goreng ubi sampai kekuningan. Angkat. Kecilkan api sampai yang paling kecil.
Goreng lagi bola bola ubi sedikit sedikit sambil dipenyet/ditekan dengan sutil dan diaduk aduk di dalam minyak sampai kembali bulat dan mengembang. Lakukan penyetan beberapa kali sampai kulitnya kelihatan tipis dan agak transparant.
Tujuan dipenyet supaya bagian dalamnya menjadi kopong. Jangan buru buru diangkat supaya tidak gampang kempes lagi.
Kelaaaarrr.... 😄

#entah error atau memang begitu, dalam keadaan dingin, terasa agak alot :)

Udang Ca Petai a la Keluarga Cinta

Udang Ca Petai

Ini menu makan malam darurat. Karena lupa bahwa hari ini libur nasional, aku tidak ingat untuk nyetok bahan masakan segar sebelumnya dan seharian tadi lagi malas keluar rumah untuk ke super market.

Bongkar freezer hanya ada udang (yang untungnya sudah kupasan), lalu nemu petai, tomat, daun bawang (sisa beli lumpia beberapa bulan yang lalu 😁) dan sambal terasi. Ya udah, oseng oseng bentar dan jadilah menu ini :)

Bahan :
500 gr udang, kupas, sisakan ekornya
Sambal terasi sesuai selera**
6 siung bawang putih, cincang
1 tomat, potong potong
Daun bawang secukupnya
Petai kupas sesuai selera
5 sdm kecap manis
Sejumput merica
1/2 sdt kaldu bubuk atau garam
Sedikit minyak goreng untuk menumis

**Sambal terasiku tadi hanya cabe merah, cabe rawit, terasi, garam sedikit, ulek kasar. Bisa juga pakai sambal terasi siap pakai.

Cara membuat :
Tumis bawang putih sampai wangi, bubuhi merica
Masukkan sambal, aduk sampai sambal matang
Masukkan udang, aduk sampai tidak transparant warna udangnya
Masukkan kecap manis, kaldu bubuk, aduk aduk sampai meresap
Terakhir masukkan tomat, petai dan daun bawang. Aduk lagi sampai agak layu. Tidak perlu ditambah air, karena udangnya akan mengeluarkan air ya.

Udahhh....

Sarden Masak Kemangi

Sarden Masak Kemangi ini salah satu menu favorit di rumahku. Maksimal 2 bulan sekali pasti menu ini hadir di rumah.

Pada dasarnya, Sarden kaleng itu sudah bisa langsung disantap. Tapi buat aku masih kurang nendang. Jadi setiap kali masak Sarden, aku tambahkan daun kemangi dan beberapa bahan lain untuk menambah kesedapannya. Kemangi selain menyedapkan juga menghilangkan rasa amis.

Bahan :

2 kaleng Sarden (Sardines/Makarel) ukuran 425 gram atau yang kaleng besar, variant sesuai selera
2 ikat kemangi, ambil daunnya
1 bawang bombay besar, rajang kasar
6 siung bawang putih, cincang
5 sdm kecap manis
Cabe rawit sesuai selera
1/2 sdt kaldu bubuk
1/2 gelas air
Sedikit minyak untuk menumis

Cara membuat :
Tumis bawang bombay dan bawang putih sampai harum
Masukkan Sarden berikut sausnya
Tambahkan air, kaldu bubuk dan kecap manis
Masukkan cabe rawit, masak dan didihkan selama 5 menit
Terakhir masukkan daun kemangi lalu angkat dan sajikan.

Done...😊

Egg Tart / Pie Susu

Aku sebenarnya nggak terlalu suka dengan Pie Susu, karena rasanya hanya manis saja. Dan kalau beli, seringkali isiannya mengecewakan. Selain terlalu manis, custardnya kering banget sampai rasanya seperti gula leleh dan lengket dengan crustnya, kalau dikunyah jadi nempel di gigi. Mungkin sengaja dibuat begitu karena kalau tidak akan mudah berjamur. Atau karena sudah lama.

Walaupun aku nggak suka makannya, aku tetep suka melihat bentuknya. Menurutku bentuknya cantik, dengan custard yang kuning keemasan. Dan karena itu pula, aku suka mengkoleksi resep Pie ini dari blog lain atau internet atau milis kuliner. Bahkan beberapa tahun yang lalu aku sudah beli loyangnya, yang bentuknya mirip tatakan gelas dalam beberapa ukuran.

Tapi anakku suka sekali Pie Susu. Kalau aku ke Bali, pasti dia minta oleh oleh Pie Susu. Bahkan yang sudah pecah, karena kegencet di tas, menurut dia masih tetep enak :)

Nah beberapa hari yang lalu dia cerita  ke Bapaknya kalau di sekolah tadi jajan Pie Susu 2 biji. Satu bijinya Rp 4,000, enak tapi nggak kenyang. Kata Bapaknya, kenapa nggak minta Mami aja bikinin. Pasti lebih puas makannya kalau bikin sendiri, hemat, yang pasti lebih sehat, bersih, aman dan fresh. Dia setuju. Dan besoknya, kebetulan hari libur, pagi pagi aku buatin pakai resep Ricke.

Waktu pie sudah matang, aku bangunin dia sambil menyodorkan Pie yang masih hangat. Kantuknya langsung hilang 😀. Dia bilang "Enak puoool, Mam !". Sisa Pie aku simpan di kulkas. Setiap selesai makan dia bilang lagi "Hmm...beneran enak !". Lalu dia kalikan berapa pieces yang dimakan dengan Rp 4,000 dan lapor ke Bapaknya berapa penghematan yang sudah dilakukan :) Aku juga penasaran, ikutan mencoba. Memang enak sih, tapi teteeeep aku kurang suka...😂

Anyway, ini resep Pie Susu punya Ricke Ordinary Kitchen. Resep asli ada di sini : http://ricke-ordinarykitchen.blogspot.co.id/2013/01/egg-tart-pie-susu.html?m=1

Egg Tart (Pie Susu)

Bahan kulit/crust:
300 gram margarin/butter
2 sdm gula halus (munjung)
3 kuning telur
500 gram tepung terigu protein sedang

Cara membuat:
Campur semua bahan menjadi satu menggunakan pisau pastry atau sendok kayu hingga adonan berbutir-butir dan tercampur rata. Padatkan dan bulatkan hingga mudah dipulung. Cetak dalam cetakan pie yang sudah dioles tipis dengan margarin/minyak oles loyang. Sisihkan. **Lihat notes di bawah**

Bahan filling:
*Untuk 12 loyang kecil aku pakai 1/4 resep saja*
300 ml susu kental manis
400 ml air
8 kuning telur, kocok lepas
30 gram tepung custard
1-2 sdt vanilla susu (aku nggak pakai karena nggak punya)
Ak tambahkan sedikit rhum bakar khusus kue.

Cara membuat:

Campur susu kental manis dan air, aduk rata. Masukkan kuning telur. Aduk rata. Masukkan tepung custard dan vanilla. Aduk rata. Saring.

Tuang filling ke dalam adonan kulit pie yang sudah dicetak sampai penuh. Panggang dalam oven suhu 160'C selama 45 menit hingga filling set dan menguning. Angkat dan keluarkan dari oven. Diamkan sekitar 10 menit hingga hangat, baru keluarkan dari cetakan. Dinginkan. Simpan di lemari es/kulkas agar lebih nikmat.

**Oiya, untuk crustnya, aku sarankan setelah ditipiskan,cetak, tusuk tusuk dasarnya dengan garpu, lalu dioven dulu selama 5 - 8 menit baru diisi dan dioven lagi. Tebal tipis crust, sesuaikan dengan selera.

Pada saat dioven, lakukan beberapa kali check. Jangan sampai custard lembung terlalu tinggi karena nanti setelah dingin permukaannya jadi kempes. Tanda kalau sudah matang adalah warna keemasan dan custard tidak goyang goyang lagi.

Selamat coba :)

Thursday, 16 February 2017

Asinan Jambu Crystals

Di banyak tempat kita bisa menemukan asinan jambu yang bentuknya masih bulat utuh dan cantik, dibungkus plastik sekedarnya tanpa air dan didisplay di gerobak atau counter counter selama berhari hari atau malah berminggu minggu. Aku kadang kepingin beli tapi kemudian teringat cerita beberapa orang dan liputan salah satu TV tentang cara pembuatan asinan/manisan yang bisa tahan lama walaupun di suhu ruang jadi urung.

Nah, beberapa waktu yang lalu di kantorku ada penjualan buah dengan harga yang lebih murah daripada di supermarket, dan salah satunya yang menarik perhatianku adalah jambu chrystal ini. Bentuknya bulat tidak rata, padat, daging buahnya tebal dan bijinya sedikit, bahkan beberapa buat tidak ada bijinya, seperti jambu Sukun yang aku tanam di rumah.

Sebenarnya dimakan begitu saja sudah enak, manis dan renyah. Dimakan dengan garam buah juga enak...tapi lama lama kok bosen, dan jadi inget dan kepingin asinan jambu yang dijual orang orang itu.

Akhirnya aku buat aja asinan simpel ini. Caranya sama saja dengan caraku membuat asinan mangga, tapi nggak perlu diremas remas dengan garam karena jambu kan tidak asam. Hasilnya seger, manis, asem pedes. Dimakan dingin di sore sore sepulang kerja...bahagianya.. ! 😀😆

Bahan:
1 kg Jambu chrystal mengkal, cuci, buang bijinya, potong potong setebal 1cm
1 sdm peres garam
1 sdt cuka
4 sdm gula pasir
Cabe rawit, potong potong

Cara membuat:
Campur semua bahan di dalam tepak bertutup
Kocok kocok tepak beberapa kali sampai gula hancur dan jambu layu.
Masukkan kulkas, biarkan selama beberapa jam atau seharian sambil sesekali dikocok atau diaduk lagi supaya merata.
Tidak perlu diberi air, karena akan keluar airnya sendiri.

*Jambu Chrystal adalah jambu biji putih yang bijinya cuma sedikit Dan kadang malah tidak ada bijinya. Pilih yang berwarna hijau muda keputihan dan masih keras.

#resepkeluargacinta , #asinanjambubiji, #jambuchrystal

Sunday, 12 February 2017

Udang Saus Telur Asin

Udang saus telur asin kali ini resepnya simpel banget, tapi rasanya Ok. Jumlah kuning telur yang dipakai disesuaikan saja. Saya pakai banyak, karena selain punya stock banyak, juga puas makan nasi putih dengan saus telur asin yang melimpah.

Untuk kuning telur asin mentah, kebetulan saya kenal seorang supplier telur asin yang juga menjual kuningnya saja dengan harga yang lumayan murah.Tapi telur asin mentah juga bisa dibeli di supermarket kok. Mau pakai telur asin matang juga bisa, malah lebih praktis, nggak pakai acara ngukus 😉

Bahan :

1 kg udang, buang sungut dan ekor yang tajam, cuci bersih, belah punggungnya
20 biji kuning telur asin mentah, kukus 15 menit
6 bawang putih cincang
1 bawang bombay ukuran sedang, rajang tipis
1/2 sdt kaldu bubuk
Sejumput merica bubuk
5 batang daung bawang, rajang kasar
Minyak untuk menumis
1/2 gelas air

Cara membuat :
Goreng udang sampai matang
Lumatkan telur asin sampai halus, tambahkan air, aduk rata
Tumis bawang putih dan bawang bombay sampai harum, masukkan merica.
Masukkan telur asin, aduk aduk
Tambahkan kaldu bubuk
Masukkan udang, aduk aduk sampai meresap.
Masukkan rajangan daun bawang sebentar sebelum diangkat
Sajikan

Saturday, 19 November 2016

Bubur Ketela a la Keluarga Cinta

 
Mumpung lagi sempat dan niat nge-blog...sekalian aku upload resep ini :)
 
Waktu aku kecil, Mami selalu memasak sendiri makanan dan camilan untuk kami sekeluarga. Jaman dulu penjual makanan jarang lewat di rumah kami.  Lagian dengan jumlah keluarga yang sangat besar waktu itu, tentu jauh lebih hemat untuk memasak sendiri daripada beli. Plus, masakan Mami memang enak (of course menurut kami anak anaknya..hehe).
 
Salah satu yang sering Mami masak adalah bubur ketela (ubi jalar) ini. Biasanya disajikan setelah anak anak bangun tidur siang, sambil  menunggu waktunya makan malam. Maklum, di perut kami (waktu itu) banyak naga kecil yang selalu kelaparan :)
 
Membuatnya tidak sulit, bahannya gampang dicari, tapi enyaaakkk..
 
Bahan :
 
2 ketela ukuran besar (kurang lebih 750 gram)
3 sdm air kapur sirih untuk merendam ketela
Air secukupnya untuk merendam ketela
300 gram gula Jawa, rebus dengan sedikit air dan 2 lembar pandan, sampai mencair, lalu saring
1 1/2  lt air
5 sdm tepung kanji/tepung tapioca, cairkan dengan sedikit air matang
3 lembar pandan, cuci bersih, bentuk simpul
 
Santan :
 
300 cc santan Kara
sejumput garam
500 cc air
2 lembar daun pandan, cuci beris, bentuk simpul
Rebus semua dengan api kecil sampai mendidih lalu angkat daun pandannya.
 
Cara membuat :
  • Kupas ketela, potong dadu sebesar 1cm
  • Campur air perendam dengan air kapur sirih, masukkan ketela yang sudah dipotong sampai semua terendam, lalu biarkan selama 1 - 2 jam.
  • Cuci bersih, dan tiriskan
  • Sementara itu rebus air, gula Jawa dan daun pandan sampai mendidih, masukkan ketela.
  • Masak sampai ketela empuk. Kalau kurang manis, bisa ditambahkan gula pasir sesuai selera.
  • Setelah ketela empuk, masukkan campuran tepung kanji, aduk rata sampai kental dan meletup letup. Memasukkannya sedikit demi sedikit sambil dilihat kekentalan yang dimaui ya..
  • Sajikan bubur dengan santan.
 
Notes : sebaiknya gunakan ketela kuning atau putih, jangan ketela ungu..karena kalau ungu warnanya mengerikan :)
 
 
 
 
 

Mie Kuah a.k.a. Mie Godog ala Keluarga Cinta

 
 
Setiap kali aku membuat Baceman Bawang, ada 2 jenis mie yang aku buat. Satu, Mie Goreng untuk aku (resep sudah ada di sini ) dan satu lagi Mie Godong untuk suamiku. Iya, selera kami memang berbeda, tapi karena bahannya nggak beda jauh, ya masak 2 macam nggak masalah :)
 
Sekali lagi, ini resep a la Keluarga Cinta ya...resep yang disesuaikan dengan selera kami, bukan resep pakem...silakan di modifikasi kalau mau :)
 
Bahan :
 
+/- 200 gram mie basah siap pakai. (kalau mau pakai mie kering, diolah dulu sesuai petunjuk)
2 telur ayam kocok lepas
Daging ayam rebus/goreng, suwir suwir
Kubis
Sawi
Cabe rawit
1 sdm kecap manis
1 1/2  gelas air
1/4 sdt merica (lebih enak pakai merica yang diulek sendiri)
1/2 sdt munjung kaldu bubuk
Sejumput vetsin (kalau suka)
1 sendok sayur baceman bawang, sertakan bawang halusnya, bukan minyaknya saja
1/2 butir tomat diiris tipis
Cabe rawit gerus (optional)
Bawang goreng untuk taburan
 
Cara Membuat :
 
  1. Panaskan minyak dan baceman bawang sampai wangi sambil diaduk aduk,  masukkan  merica, aduk aduk lagi.
  2. Masukkan kocokan telur, diamkan sebentar lalu buat scrambled egg tapi jangan terlalu hancur
  3. Masukkan ayam suwir dan kecap manis
  4. Masukkan air, didihkan
  5. Tambahkan kaldu bubuk dan vetsin, lalu masukkan sayur dan cabe rawit, aduk rata
  6. Terakhir masukkan  mie dan tomat, lalu aduk pelan pelan sampai mendidih. Cicipi, kalau kurang asin ya tambahin kaldu bubuknya dikit lagi.
  7. Angkat dan sajikan setelah ditaburi bawang goreng.
 
Nikmati selagi panas.. :)
 
Notes : gunakan api kecil waktu menumis baceman bawang karena gampang gosong.

Mie Goreng Jowo a la Keluarga Cinta

 
 
Sudah punya Baceman Bawang ? Yuk, sekarang bikin Mie Goreng Jowonya. Ini resep a la Keluarga Cinta ya...resep yang disesuaikan dengan selera kami, bukan resep pakem...silakan di modifikasi kalau mau :)
 
Bahan :
 
+/- 200 gram mie basah siap pakai. (kalau mau pakai mie kering, diolah dulu sesuai petunjuk)
2 telur ayam kocok lepas
Daging ayam rebus/goreng, suwir suwir
Kubis
Sawi
Cabe rawit
2 - 3 sdm kecap manis
1/2 gelas air
1/4 sdt merica (lebih enak pakai merica yang diulek sendiri)
1/2 sdt kaldu bubuk
Sejumput vetsin (kalau suka)
1 sendok sayur baceman bawang, sertakan bawang halusnya, bukan minyaknya saja
1/2 butir tomat diiris tipis
Cabe rawit gerus (optional)
Bawang goreng untuk taburan
 
Cara Membuat :
 
  1. Panaskan minyak dan baceman bawang sampai wangi sambil diaduk aduk,  masukkan  merica, aduk aduk lagi.
  2. Masukkan kocokan telur, diamkan sebentar lalu buat scrambled egg tapi jangan terlalu hancur
  3. Masukkan ayam suwir dan kecap manis
  4. Masukkan air, didihkan
  5. Tambahkan kaldu bubuk dan vetsin, lalu masukkan sayur dan cabe rawit, aduk rata
  6. terakhir masukkan  mie dan tomat, lalu aduk pelan pelan sampai air meresap dan habis
  7. Angkat dan sajikan setelah ditaburi bawang goreng.
 
Nikmati selagi panas.. :)
 
Notes : gunakan api kecil waktu menumis baceman bawang karena gampang gosong.
 
 
 
 

Baceman Bawang


Pernah dengar 'Baceman Bawang' ?

Aku dengar kata ini pertama kali dari seorang temanku di Foodmonster. Suatu hari dia cerita, kalau suaminya beli mie Jowo suka minta tambah baceman bawang di pinggir piringnya. Karena penasaran, aku browsing di internet. Olala....baru aku sadar..ternyata inilah bumbu yang dipakai oleh para bakul mie Jowo di Semarang ! :D

Berbeda dengan penjual mie Jowo atau mie dug dug di Surabaya yang menggunakan bawang merah dan bawang putih geprak, mie Jowo Semarang (dan juga mie Kediri) menggunakan bawang putih yang direndam minyak. Hasilnya memang beda. Lebih sedap yang pakai baceman  bawang. Ada juga yang bilang kalau mie Jowo Semarang itu ada ebi atau udang keringnya. Yang ini aku pernah coba dulu...waktu belum kenal blogging :). Kapan kapan coba lagi lalu masukin blog yah..

Nah, sekarang aku kasih resep Baceman Bawang dulu.

Bahan :

20 bawang putih kupas, keringkan
6 kemiri goreng, keringkan
200 - 300 minyak goreng kualitas bagus
Botol / toples bertutup

Cara membuat :
  1. Haluskan bawang dan kemiri (aku pakai blender)
  2. Campur dengan minyak, aduk rata
  3. Masukkan botol /  toples bertutup. Diamkan selama 3 hari di suhu ruang, jangan dibuka buka
  4. Siap untuk dipakai.

Notes :
  • Photo di atas adalah setelah bawang dan minyak dicampur (hari pertama)
  • Photo di bawah adalah kondisi bawang pada hari ke 3. Terlihat bawang mengambang. Ini tanda bahwa Baceman Bawang sudah siap. Buka tutupnya lalu aduk. Bawang akan jatuh lagi ke dasar toples.
  • Selama masa pemeraman, ada gas yang keluar, jadi tutup botol/toples bisa terdorong lepas.
  • Setelah "jadi", bisa disimpan di kulkas kalau mau dipakai di thawing dulu karena minyaknya pasti membeku.
Baceman bawang ini bisa buat masak Mie Goreng, Mie Kuah, Nasi Goreng, Capcay dan aneka masakan lain yang memiliki aroma ke Jawa-Jawa-an :)

Selamat mencoba !




Home made Golden Syrup

 
 
Homemade Golden Syrup

Waktu bikin tantangan KBB kemarin, yaitu membuat Traditional Mooncake, aku beruntung mendapatkan resep Golden Syrup ini.

Sebenarnya Golden syrup ini bisa dibeli di toko bahan kue, tapi tidak selalu tersedia dan harganya juga tidak murah. Karena sudah mencoba mencari di Surabaya dan bahkan secara online, dan tidak berhasil mendapatkan, akhirnya aku mencoba membuat sendiri dengan resep yang sudah disediakan oleh Jenie Tjahja.
Aku membuatnya dua kali, karena percobaan pertama tidak berhasil. Kesalahanku adalah menggunakan api yang agak kebesaran dan terlalu lama sehingga syrup  menjadi terlalu kental (bahkan waktu sudah dingin menjadi beku) dan pahit.

Percobaan kedua, berhasil, karena aku benar benar menggunakan api kecil dan tidak overcooked.

Ini resepnya, barangkali mau mencoba :
 
400 gram         gula pasir
200 ml             air
50 ml               air lemon, saring

Cara membuat:
  1. Campur gula dan air menggunakan panci stainless steel yang tebal alasnya. Goyangkan pelan supaya gula rata tertutup air.
  2. Rebus di atas api sedang sampai mendidih. Ingat, jangan diaduk ya.
  3. Kalau ada busa banyak dan nempel di pinggir panci, oleskan kuas yang telah dicelupkan air dingin sehingga gula tidak menempel dan mengkristal di pinggir panci.
  4. Setelah mendidih, masukkan air lemon, masak lagi dengan api kecil sekali sampai kurang lebih 40 - 45 menit.
  5. Larutan gula akan berwarna coklat muda keemasan seperti madu. Test kekentalannya dengan mengambil sedikit menggunakan sendok kecil lalu masukkan gelas berisi air biasa. Ketika syrup yang jatuh ke dalam air masih berbentuk baru kemudian pudar, maka Golden Syrup sudah siap.
  6. Setelah dingin, masukkan dalam botol dan bisa disimpan selama setahun.

 Selamat mencoba..

Wednesday, 2 November 2016

KBB #54 - Traditional Mooncakes



Tantangan Klub Berani Baking (KBB) bulan October 2016 ini adalah membuat Mooncake..salah satu makanan kesukaanku dan dari dulu selalu ingin aku buat tapi belum pernah terlaksana..hanya sebatas wacana dan menyimpan resep resep saja.

Kenapa aku suka? Karena bentuknya cantik,  tidak selalu ada sepanjang tahun dan yang pasti (biasanya)  rasanya enak.
Kenapa aku pengen bisa bikin? Karena kalau beli,  harganya mahal.. 😀

Yang perlu diingat, enak atau tidaknya Mooncake sangat bergantung pada enak tidaknya filling.

Baiklah,  mari simak resep berikut..

Kue cantik ini merupakan sajian khas saat merayakan salah satu Chinese Festival, yaitu Mid-Autum Festival.
Yuk….kita mengenal pembuatan kue bulat ini….

Traditional Mooncakes
By Jenie Tjahja (adopted from Christine's Recipes, Traditional Mooncakes)
Prep time: 60 mins
Cook time: 10 mins
Yield: 12 (each 50 grams)

Bahan:



100 gram         Terigu
60 gram          Golden syrup (bisa dibuat sendiri lihat notes)
½ tsp               Air alkaline (air abu)
28 gram           Minyak kacang (bisa diganti minyak sayur)
Isian:
420 gram         Pasta teratai/kacang hijau/kacang merah (bisa beli jadi di TBK)
6 bh                 Telur asin mentah, pisahkan putih dan kuningnya
1 sdm              Cooking wine (optional, untuk merendam kuning telur asin)

Egg wash:
1 bh                 Kuning telur
2 sdm              Putih telur


Cara :
1.      Campur golden syrup, air alkaline dan minyak hingga rata.
2.       Ayak terigu. Aduk rata hingga menjadi adonan. Jangan overmix.
3.       Tutup dengan plastik. Diamkan 40 menit.
4.       Campur kuning telur dengan cooking wine. Keringkan kuning telur dengan tissue dapur. Oven dengan api kecil 5 - 8 menit.  Dinginkan. Belah dua. Sisihkan.
5.      Timbang isian mooncake masing2 35 gram. Bulatkan. Sisihkan.
6.       Panaskan oven 180oC.
7.       Siapkan olesan telur.
8.        Bagi adonan kulit mooncake menjadi 12 . Bulatkan. Tutup kembali dengan plastik.


9.     Ambil satu bulatan adonan. Pipihkan dengan bantuan 2 lembar plastik. Bolongi adonan isi masukkan kuning telur. Bulatkan kembali. Masukkan  bola isian ke dalam kulit. Bulatkan kembali lalu cetak dengan cetakan mooncake yg sudah di oles minyak tipis2 atau spray dengan pam cooking oil. Susun di loyang. Ulangi sampai adonan habis



10.     Panggang sekitar 10 menit. Keluarkan dari oven. Oles dengan telur. Panggang kembali hingga kecoklatan.




11.   Dinginkan lalu taruh di wadah kedap udara. Mooncake akan lembut dan mengeluarkan minyak dan mengkilat dalam waktu 1-2 hari. 



Notes:
Homemade Golden Syrup
400 gram         gula pasir
200 ml             air
50 ml               air lemon, saring
Cara membuat:
(seperti membuat karamel, kuaskan pinggiran panci dengan air dingin untuk menghindari gula yg mengkristal di pinggiran panci ).
1.     Memakai panci stainless, masukan gula dan air. Masak dengan api medium. Jangan diaduk. Goyangkan panci agar gula dan air rata.Didihkan
2.     Masukkan air lemon. Didihkan kembali
Jangan diaduk. Kecilkan api. Lanjutkan sampai sekitar 45 menit sampai menjadi coklat muda dan mengental hampir seperti konsistensi madu. Bisa di simpan sampai setahun.




Happy baking..

Wednesday, 21 September 2016

Mangut Iwak Pe Praktis

Dulu aku pernah share resep Mangut iwak pe, dengan bumbu yang dibuat from scratch..  kali ini aku share resep yang lebih praktis dan gampang...dan rasanya juga enak... check this out:

Mangut Iwak Pe a la Mahmudah
Keluarga Cinta

Bahan:
2 lonjor ikan Pe (Pari) panggang, cuci dan potong @5cm
2 bungkus bumbu Lodeh Mahmudah*
3 lembar daun jeruk purut,  buang tulang daunnya.
Krai potong serong
Tahu, potong, goreng
Cabe rawit sesuai selera
Sedikit cambah Ale
Cabe hijau, potong potong
1 bungkus santan instant Kara kecil
Sedikit minyak untuk menumis
1,5 lt air
Garam sesuai selera

Cara membuat:
1. Tumis bumbu lodeh bersama daun jeruk sampai wangi
2. Masukkan air, masak sampai mendidih
3. Masukkan tahu goreng, masak sampai tahu menjadi empuk dan mekar. Tambahkan garam
4. Masukkan  Ikan Pe dan krai, masak sampai merasuk. Cicipi rasanya.
5. Tambahkan santan, cabe dan ale,  aduk aduk sampai rata dan siap disajikan.

Makin enak kalau sudah menginap.

*bumbu Mahmudah adalah bumbu instant buatan Sidoarjo yang banyak ditemukan di Surabaya. Biasanya rasanya sudah pas, hanya perlu menambahkan sedikit garam atau gula kalau perlu.

Sunday, 18 September 2016

A la Soto Banjar Keluarga Cinta

Aku suka aneka jenis sup dan soto...salah satunya Soto Banjar. Menurutku Soto ini khas, dengan wangi rempah, kuah yang ringan dan sedap.  Enak dimakan dengan ketupat atau lontong, tapi kalau mau pakai nasi juga ok kok.

Berkali kali aku berencana untuk membuat nya sendiri tapi baru kesampaian hari ini. Padahal jumat kemarin sudah makan Soto Banjar pak Kumis di jalan Ngagel yang menurutku cukup mantap 😂. Beli memang mudah, tapi bisa masak sendiri tentunya lebih memuaskan..setuju?

Karena rencana sudah lama, tentunya aku sudah punya koleksi reaepnya...biasa, hasil browsing dari internet. Ada beberapa resep yang aku dapat, dan benang merahnya adalah keberadaan kapulaga, cengkih dan kayu mania. Ada resep yang pakai susu ada yang tidak.

Berbekal resep resep tersebut, aku buat sedikit penyesuaian dengan lidahku dan inilah resepnya. Oiya, aku pakai susu ya, tidak banyak. Kalau tidak mau susu, skip aja.

a la Soto Banjar Keluarga Cinta

1 ekor ayam kampung, cuci bersih, potong jadi 4 bagian
3 lembar daun salam
3 lembar daun jeruk
1 lonjor (kurleb10 cm) kayu manis
7 biji cengkeh
5 cm jahe, kupas, memarkan
3 butir kapulaga (cardimon)
1/2 sdt pala bubuk
1/2 sdt merica
3 sdt kaldu bubuk/garam (sesuaikan dengan selera)
3 liter air
200ml susu ultra putih

Haluskan: 
10 butir bawang merah
5 butir bawang putih

Perkedel kentang: 
3 kentang besar, kupas,potong, goreng sampai matang
1/2 sdt kaldu bubuk/garam 
Seujung sendok pala bubuk
Seujung sendok merica bubuk
Sedikit daun seledri, rajang kasar
1 putih telur kocok lepas
Minyak untuk menggoreng

Cara membuat Perkedel 
Panas panas haluskan kentang, campur dengan semua bahan kecuali putih telur
Bulat bulatkan sesuai selera
Panaskan minyak goreng di wajan 
Celupkan perkedel ke dalam kocokan putih telur goreng sampai kekuningan. Jangan sering di bolak balik supaya tidak hancur

Condiment: 
Seledri rajang kasar
Daun bawang rajang kasar
Jeruk nipis/jeruk purut/jeruk sambal 
Cabe rawit ulek
Bawang  goreng 
Soun direndam dengan air panas lalu tiriskan
Telur rebus
Lontong /ketupat

Cara membuat:  
1. Rebus air,  daun salam, jahe, kapulaga, daun jeruk, cengkih, kayu manis sampai mendidih
2. Masukkan ayam dan kaldu bubuk, rebus sampai ayam empuk. Angkat ayam, goreng sebentar , suwir suwir
3. Di tempat terpisah, tumis campuran bawang merah dan putih halus sampai wangi. Masukkan ke dalam  kuah,  rebus lagi kurang lebih 10 menit. 
4. Terakhir masukkan susu dan didihkan dengan api kecil selama 5 menit. Cicipi rasanya. Kalau sudah enak, matikan api.

Penyajian: 
Potong potong lontong/ketupat.  Beri soun, suwiran ayam, kuah, daun seledri dan daun bawang, telur, perkedel dan terakhir taburi bawang goreng. Kucuri jeruk dan cabe giling sesuai selera.

#untuk kurang lebih 6 porsi.

Di piring kecil di gambar, aku sertakan juga foto kapulaga, kayu manis dan cengkeh...kali aja ada yang perlu...😉. Eh, kapulaganya bisa pakai yang bulat bisa pakai seperti yang di fotoku ya..tapi kata ibu yang jualan, kalau buat masak pakai yang lonjong (Arab), kalau buat jamu, pakai yang bulat.

Sunday, 7 August 2016

Homemade Churros

Resep Churros ini sangat simple, bahan bahannya pasti ada di rumah kalian... namun, walaupun simple, rasanya tidak mengecewakan...

Resep dasarnya aku dapat waktu browsing, namun sayang aku lupa mencatat siapa nama pemilik resep karena aku hanya copas resepnya dan save di notes hape. Apabila Anda adalah pemilik resepnya, saya mohon ijin share ya.

Bahan:
200 cc air
100 gr butter/margarine
175 gr terigu serbaguna
3 butir telur ukuran besar
1/2 sdt baking powder 
Sejumput garam
Gula bubuk
Kayu manis bubuk

Cara membuat:
Rebus air dan butter sampai mendidih
Masukkan terigu sekaligus, aduk cepat, matikan api
Biarkan sampai suhu ruang
Masukkan telur satu persatu, kocok dengan mixer sampai rata
Istirahatkan adonan dengan ditutup serbet bersih selama 30 menit
Masukkan plastik segitiga, pasang spuit Bintang di plasik yang lain, lalu masukkan plastik yang berisi adonan (double plastic)
Panaskan minyak goreng yang cukup banyak, spuitkan adonan langsung di wajan, gunting adonan sekitar 10cm.
Goreng sampai berwarna keemasan. Tiriskan, tata di piring, taburi gula halus dan kayu manis bubuk. Sajikan...
Kalau suka, bisa disajikan dengan Ovomaltin, atau selai coklat lainnya.

Tuesday, 2 August 2016

Banana slicer, alat sederhana tapi bermanfaat

Ini adalah Banana Slicer, alat yang dibuat untuk mengiris/ memotong pisang dan hasilnya bisa seragam.

Nah, kapan hari aku coba pakai untuk memotong sosis...and you know what, pekerjaan yang biasanya butuh waktu lama dan seringkali hasilnya kurang seragam, bisa selesai dalam waktu singkat.

Alat ini murah, hanya Idr 45,000 tapi buat aku sangat bermanfaat 😘

Saturday, 23 July 2016

Cheesy Orders...

Sudah lama nggak posting jualan di blog ya.. :)

Ini orderan Jumat 22 Juli 2016 kemarin. Terdiri dari 1 loyang Beef Lasagna Jumbo, 1 loyang Macaroni Schotel jumbo dan 1 loyang Macaroni Schotel...semuanya mengandung pasta dan keju...sehat, enak dan mengenyangkan..

Thank you, Win..😉